Rabu, Oktober 27onlinenews.co.id
Shadow

Waketum Golkar Akui Marak Baliho Airlangga untuk Kerek Popularitas

ONLINENEWS : JAKARTA, KOMPAS.com – Wakil Ketua Umum Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia Tandjung mengakui baliho Airlangga Hartarto yang dipampang di ruang publik merupakan bagian dari upaya sosialisasi calon presiden (Capres) 2024.

Pemasangan itu, kata dia, juga sudah diatur oleh DPP Partai Golkar.

“Awalnya atribut sosialisasi dilakukan secara sporadis oleh kader Golkar di daerah,” kata Doli di Jakarta, dikutip dari Antara, Rabu (11/8/2021).

Doli menuturkan, Partai Golkar ingin meningkatkan popularitas Airlangga yang sudah diputuskan sebagai capres. Apalagi, tiga tahun lagi Pemilu 2024 digelar.

Selain itu, diakui Golkar, popularitas dan elektabilitas Airlangga masih rendah.

“Karena itu diperlukan kerja keras untuk meningkatkan popularitas dan elektabilitas Pak Airlangga Hartarto,” kata dia.

Sebelumnya, Ketua DPP Partai Golkar Ace Hasan Syadzily membenarkan bahwa baliho tersebut dipasang dalam rangka sosialisasi Airlangga kepada publik untuk Pemilu 2024.

Ia menerangkan, sosialisasi itu merupakan tindak lanjut hasil Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) dan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Partai Golkar pada Maret 2021.

“Sebetulnya sosialisasi Ketua Umum Partai Golkar kepada masyarakat ini merupakan hasil dari Rapimnas dan Rakernas Partai Golkar bulan Maret 2021 yang lalu,” kata Ace saat dihubungi Kompas.com, Kamis (5/8/2021).

Ace mengungkapkan, dalam rapimnas dan rakernas tersebut, telah diperintahkan kepada setiap jajaran struktural partai dan anggota Fraksi Partai Golkar di berbagai tingkatan untuk melakukan sosialisasi.

Maraknya Baliho sejumlah politisi di ruang publik menjadi sorotan publik. Para politisi dianggap tak memiliki simpati terhadap rakyat yang tengah kesulitan karena berhadapan dengan pandemi Covid-19.

Pengamat politik dari Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta Adi Prayitno menilai, pemasangan baliho membuat seorang politisi menjadi perbincangan publik, tetapi umumnya bernada negatif.

“Alih-alih mendapatkan simpati dan dukungan publik, yang ada malah cibiran kan? Coba dicek, sejak munculnya baliho-baliho di pinggir jalan, orang bukannya respek, yang ada ya bully-an, kritik keras,” kata Adi.

Sumber

WhatsApp chat