Minggu, Oktober 24onlinenews.co.id
Shadow

Teroris MIT Poso Ditembak Mati Koopsgabssus, Ciri Infanteri Utamakan Taktik dalam Pertempuran

ONLINENEWS : JAKARTA – Prajurit TNI Komando Operasi Gabungan Khusus (Koopsgabssus) Tricakti menembak mati dua orang kelompok teroris MIT (Mujahidin Indonesia Timur) Poso di Pegunungan Tokasa, Desa Tanah Lanto, Kecamatan Torue, Kabupaten Parimo, Provinsi Sulawesi Tengah, Minggu (11/7/2021). Koopsgabssus Tricakti dipimpin oleh  Mayjen TNI Richard T.H. Tampubolon.

Tim Tricakti yang dipimpin Lettu Infanteri David Manurung dari Kopassus berhasil menyusup ke lokasi persembunyian dan camp teroris Poso, dengan mengandalkan unit kecil kekuatan 5 orang, setelah melewati medan sulit serta hutan lebat.

Dengan kesabaran tinggi serta kecermatan dalam menilai medan yang cukup curam dan terjal, Tim Tricakti berhasil mengendus bekas-bekas jejak yang ditinggalkan kelompok MIT sampai pada titik aman untuk melakukan penyergapan.

“Tim Tricakti berhasil mendekati camp kelompok teroris MIT secara senyap dan penuh kerahasiaan, bahkan seluruh anggota Tim harus merayap ke sasaran sejauh 500 meter sejak pukul 22.00 WITA tadi malam sampai dengan penyergapan pukul 03.00 WITA,” kata Mayjen TNI Richard, Minggu (11/7).

Sekitar jarak 5 meter dari posisi pengintaian Tricakti, terlihat camp teroris MIT agak samar karena kondisi cuaca gelap yang disertai hujan. Lima teroris MIT Poso saat itu dalam posisi sedang istirahat.

Setelah diyakini benar, Dantim Tricakti 2 Lettu Inf David Manurung langsung memberikan perintah untuk membuka tembakan guna melumpuhkan kelompok MIT tersebut.

“Dalam peristiwa penyergapan pagi ini ada sekitar lima orang kelompok teroris MIT sedang beristirahat, dengan tewasnya dua orang tersebut (Rukli dan Ahmad Panjang) di duga ada juga yang melarikan diri,” ujarnya.

Lalu apa itu infanteri? 

Infanteri adalah pasukan pejalan kaki yang dilengkapi persenjataan ringan, dilatih dan disiapkan untuk melaksanakan pertempuran jarak dekat. 

Seorang infanteri harus memiliki kemampuan berkelahi, menembak, dan bertempur dalam segala medan dan cuaca. Pasukan infanteri modern dapat diangkut ke daerah pertempuran dengan pesawat terbang, kapal/perahu, truk, kendaraan lapis baja, atau helikopter.

Ciri prajurit infanteri mengutamakan kemampuan fisik dan taktik dalam pertempuran.

Infanteri mempunyai suatu semboyan yaitu Yudha Wastu Pramuka yang mana di tiap-tiap kata memiliki suatu makna atau arti.

* Yudhawara : Pelaksanaan atau alat perang.
* Pramuka : Secara harfiah berarti paling depan atau secara wujud berarti termuka.

Maka arti dari Yudha Wastu Pramuka adalah pelaksana atau alat perang yang terdepan serta alat perang yang utama. Batalyon Infanteri (Yonif) merupakan bagian taktis dan dapat juga berdiri sendiri dengan tugas taktis dan administrasi.

Sumber

WhatsApp chat