Rabu, Oktober 27onlinenews.co.id
Shadow

Rumuskan RUU Penanggulangan Bencana, Ace Hasan: Kami Arahkan BNPB untuk Perkuat Mitigasi dan Pencegahan

Wakil Ketua Komisi VIII DPR Ace Hasan Syadzily

ONLINENEWS.co.id – Panitia Kerja (Panja) Komisi VIII DPR dan Tim Panja Pemerintah belum memiliki titik temu dalam pembahasan Rancangan Undang-Undang Penanggulangan Bencana (RUU PB), khususnya terkait persoalan kelembagaan Penanggulangan Bencana Nasional. Badan Pengelola (BNPB) dan alokasi anggaran. Wakil Ketua Komisi VIII Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia Ace Hasan Syadzily berharap Komite VIII segera menemukan solusi atas persoalan ini.

Komisi VIII saat ini sedang merumuskan kembali RUU PB yang merupakan revisi Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang PB yang masih berlaku. “Tidak ada titik temu antara DPR dan DPR mengenai nomenklatur kelembagaan BNPB dan anggaran penanggulangan bencana,” kata Ace saat memimpin rapat kerja dengan Menteri Sosial Tri Rismaharini di Gedung DPR, Senayan, Jakarta. Senin (17/5/2021).

Dijelaskan Ace, Komisi VIII masih menyebut BNPB secara eksplisit dan kaku dalam RUU PB. Sedangkan pemerintah hanya menyebut lembaga PB ini secara umum. Menurut dia, tujuan Komisi VIII secara tegas menyebut BNPB dalam RUU tersebut, tentunya untuk memperkuat kelembagaan dan fokus pada mitigasi dan pencegahan. “Kami mengarahkan BNPB selain tanggap darurat tapi juga penguatan mitigasi dan pencegahan,” kata Ace.

Disampaikan politisi Partai Golkar ini, beberapa kali pembahasan RUU PB selalu tidak ada titik temu, terutama untuk masalah kelembagaan BNPB dan anggarannya. Padahal, jika kita punya meeting point, RUU ini bisa jadi dibahas tuntas. Terkait anggaran BNPB, tim Komisi VIII Panja juga menyebut pos anggaran BNPB dialokasikan 2 persen dari APBN dan APBN.

“Kami berharap ada kesamaan pandangan tentang BNPB. Begitu juga dengan anggaran. DPR Panja ingin anggaran penanggulangan bencana dialokasikan dalam APBN dan APBD minimal 2 persen. Namun, pemerintah Panja masih mengkonsolidasikan anggaran ini. dengan kementerian terkait. Raker juga diharapkan mendapat penjelasan tentang beberapa hal dari Mensos, ”harap legislator dusun Jawa Barat II ini.

Sumber: kabargolkar.com

WhatsApp chat