Rabu, Oktober 27onlinenews.co.id
Shadow

Penjelasan Bandara Soekarno Hatta Terkait Kepadatan Terminal Kedatangan Luar Negeri

ONLINENEWS : Penumpukan penumpang di terminal kedatangan penerbangan luar negeri di terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta pada Senin (28/12) malam disebabkan minimnya sosialisasi yang diketahui para penumpang asal luar negeri.

Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan Bandara Soekarno-Hatta, Darmawali Handoko mengatakan, penumpukan itu terjadi lantaran para WNA dan WNI yang baru saja tiba dari luar negeri itu sedang dilakukan pendataan untuk menjalani masa karantina selama 5 hari, sesuai aturan baru Kementerian Luar Negeri RI.

“Permasalahan sebenarnya mereka akan dimasukan ke Hotel Karantina, karena biasanya itu tidak. Itu saja sebenarnya permasalahannya,” katanya saat dikonfirmasi Selasa (29/12).

Dia menjelaskan, para WNA dan WNI yang baru saja tiba dari penerbangan luar negeri tersebut, datang ke terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta dengan prosedur ketat. Penumpukan kemudian terjadi, lantaran para pelancong baru tiba dipilah untuk dimasukan ke bus dan ke hotel karantina yang ditunjuk pemerintah.

“Baru datang dan kemudian baru dipilah-pilah untuk dimasukan ke hotel karantina. Mereka menumpuk, karena katanya mereka belum tersosialisasi. Mereka katanya belum dapat infonya,” ujarnya.

Darmawali menegaskan, aturan Kemenlu RI yang baru menerangkan, setiap WNI dan WNA yang baru saja tiba ke tanah air dari luar negeri wajib melakukan karantina di hotel yang telah ditunjuk. Mereka wajib mengkarantina diri selama 5 hari.

“Jelas aturan Kemenlu yang baru, bahwa WNI dan WNA harus masuk karantina dalam 5 hari dan sebelum keberangkatan mereka 2 x 24 jam harus PCR yang negatif,” jelasnya.

Dia mengaku, kerumunan yang terjadi saat pemilahan WNI dan WNA dari luar negeri itu berjumlah kurang lebih 200 orang. Mereka menumpuk di salah satu shelter untuk diangkut menggunakan bus.

“Kurang lebih 200 an. Itu tinggal membagi ke hotel – hotel untuk melakukan karantina. Ada banyak hotel yang ditunjuk. Karena satu pintu kemudian dibagi ke bis – bis dan dibawa ke hotel karantina,” tutupnya.

Sumber

WhatsApp chat