Minggu, November 28onlinenews.co.id
Shadow

Menlu Australia Kunjungi RI Redam Kecemasan ASEAN soal AUKUS

ONLINENEWS : Jakarta — Menteri Luar Negeri Australia, Marise Payne, dijadwalkan berkunjung ke Jakarta dan menemui Menlu RI Retno Marsudi hari ini, Rabu (10/11).

Lawatan Payne ke Indonesia merupakan bagian dari turnya ke tiga negara Asia Tenggara lainnya di tengah kecemasan ASEAN soal kemitraan pertahanan baru antara Australia, Amerika Serikat, dan Inggris (AUKUS).

Kunjungan Payne ini pun disebut dilakukan demi meredam kekhawatiran negara ASEAN terkait AUKUS, yang salah satu kesepakatannya adalah membantu Australia membangun kapal selam bertenaga nuklir.

Selain Jakarta, Payne juga akan berkunjung ke Kuala Lumpur, Phnom Penh, dan Hanoi.

Indonesia dan Malaysia merupakan dua negara ASEAN yang vokal menentang kesepakatan AUKUS. Sementara itu, Vietnam baru saja menjabat sebagai ketua ASEAN tahun ini.

“Di luar Asia Tenggara, Indo-Pasifik, Indonesia melihat dan mengkhawatirkan meningkatnya tensi di antara negara-negara besar,” ujar Retno dalam konferensi pers virtual disela sidang Majelis Umum PBB, Rabu (22/9).

“Saya menekankan bahwa yang tidak diinginkan oleh kita semua adalah kemungkinan meningkatnya perlombaan senjata dan power projection di kawasan, yang tentunya akan dapat mengancam stabilitas keamanan kawasan,” lanjut Retno.

ABC Australia bahkan melaporkan Presiden Joko Widodo juga berulang kali menekankan kekhawatiran soal AUKUS kepada Perdana Menteri Scott Morrison saat KTT ASEAN-Australia beberapa waktu lalu.

Secara terpisah, Menteri Luar Negeri Malaysia, Saifuddin Abdullah, mengatakan Kuala Lumpur menyimpan kekhawatiran yang sama dengan Indonesia mengenai dampak dan konsekuensi dari kemitraan AUKUS di kawasan.

“Kami sepakat pada isu terbaru di kawasan mengenai negara di dekat kawasan kami yang membeli kapal selam bertenaga nuklir,” kata Saifuddin, seperti dikutip Reuters.

“Walaupun negara itu (Australia) tak punya kapasitas senjata nuklir, kami (RI-Malaysia) khawatir dan prihatin,” lanjutnya.

Tak hanya itu, Wakil Presiden Akademi Diplomat Vietnam, Nguyen Hung Son, menyampaikan seharusnya AS, Inggris, dan Australia turut mendiskusikan kemitraan AUKUS dengan ASEAN. Sebab, kesepakatan ketiga negara besar itu berhubungan dengan wilayah Asia Tenggara.

“Pertama-tama saya pikir dampak langsungnya adalah kesan bahwa AS dan bahkan Inggris memiliki komitmen jangka panjang di kawasan ini (Indo-Pasifik). Mereka memperkuat sekutu mereka dan terlepas dari pembicaraan mereka tentang sentralitas ASEAN. Ada banyak penekanan pada sekutu dan mitra tradisional mereka,” ujar Nguyen.

“ASEAN perlu bertanya pada dirinya sendiri mengapa hal (kesepakatan) itu terjadi di atas wilayah ASEAN. Dan tanpa sepengetahuan ASEAN,” paparnya menambahkan.

Sementara itu, Menteri Pertahanan Australia Peter Dutton menganggap negara ASEAN yang mengkritik AUKUS itu bertindak demi menenangkan kecemasan China.

China memang berukang kali mengutarakan kecamanannya terhadap kemitraan AUKUS dan menganggap Australia berupaya melemahkan rezim non-proliferasi nuklir global.

“Kami juga melihat China adalah negara yang memiliki investasi dan ekuitas ekonomi yang signifikan di seluruh negara di kawasan ini (Asia Tenggara). Jadi akan ada nuansa (penolakan) dalam bahasa,” papar Dutton.

Sementara itu, juru bicara Kementerian Luar Negeri RI, Teuku Faizasyah membenarkan kunjungan Payne ke Jakarta hari ini.

“(Menlu Payne) akan bertemu Menlu RI jam 09.00 hari ini,” ucap Faizasyah saat dikonfirmasi CNNIndonesia.com melalui pesan singkat.

Namun, Faizasyah enggan membeberkan isu dan topik yang akan menjadi fokus bahasan Payne dan Retno.

“Tentunya ada (isu utama yang dibahas kedua Menlu) kita tunggu penjelasan sesudah mereka membahasnya,” katanya.

Sumber : cnnindonesia.com

WhatsApp chat