Minggu, November 28onlinenews.co.id
Shadow

Menkeu: Pendanaan Inovatif dan Berkelanjutan pada Perubahan Iklim itu Penting

ONLINENEWS : Jakarta – Kebijakan internasional di tengah pandemi terus didorong untuk membantu negara-negara pulih secara kuat dan berkelanjutan dari Covid-19. Pada Sidang Tahunan Keenam Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB), Kementerian Keuangan menyampaikan pentingnya dukungan AIIB untuk diarahkan pada pembiayaan perubahan iklim yang inovatif.

“Pembiayaan perubahan iklim merupakan langkah yang harus dilakukan saat ini oleh semua negara, termasuk Indonesia sebagai negara berkembang. Namun, negara berkembang harus diberikan fleksibilitas dan tidak dipatok dengan standar yang sama dengan negara maju mengingat perbedaan kapasitas fiskal yang dimiliki”, jelas Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati selaku Dewan Gubernur AIIB pada sesi Diskusi Meja Bundar.

Dalam dua tahun terakhir, AIIB memfokuskan kegiatan investasinya ke arah respons terhadap pandemi dan pembangunan infrastruktur berkelanjutan. AIIB mengalokasikan sebesar USD2,899 juta untuk Indonesia yang dibagi menjadi dana COVID-19 Crisis Recovery Facility (CRF) hingga April 2022 sebesar USD1,500 juta dan untuk infrastruktur sebesar USD1,399 juta. Melalui kerja sama dengan AIIB, Kementerian Keuangan ke depannya akan berupaya memperkuat investasi ke infrastruktur berkelanjutan.

“Terkait dengan transisi menuju ekonomi rendah karbon secara global, dimensi ekonomi dan moral dari transisi ini perlu diterjemahkan pada prinsip hukum dan peraturan. Prinsip-prinsip ini kemudian perlu kita observasi. Negara maju mempunyai kewajiban untuk membantu di negara berkembang dalam melawan perubahan iklim dan transisi untuk menurunkan emisi dengan proses transisi adil dan terjangkau (just and affordable transition)”, imbau Menkeu.

Menkeu juga menunjukkan kepemimpinan Indonesia dalam transisi energi melalui peluncuran kemitraan dengan Bank Pengembangan Asia (Asian Development Bank) untuk melakukan studi terkait Mekanisme Transisi Energi atau Energy Transition Mechanism (ETM) pada pertemuan United Nations Climate Change Conference (COP26). Program ini akan memungkinkan penghentian PLTU batubara dan bergeser ke energi terbarukan. Tetapi untuk dapat mencakup seluruh PLTU, program ini akan membutuhkan investasi yang besar.

“Kita membuka diri untuk bekerja sama dengan pihak-pihak yang tertarik, termasuk AIIB, untuk mereplikasi, meningkatkan, dan menyukseskan instrumen transisi energi ini”, kata Menkeu.

Sebagai informasi, Sidang Tahunan AIIB keenam ini diselenggarakan pada tanggal 26 s.d 28 Oktober 2021 secara virtual di Dubai, Uni Emirat Arab (UEA) dengan tema “Investing Today, Transforming Tomorrow”. Pertemuan ini dihadiri oleh 82 Governor/Alternate Governor atau perwakilan negara anggota AIIB termasuk Indonesia. Salah satu kegiatan sidang tahunan AIIB keenam ini adalah Diskusi Meja Bundar Dewan Gubernur yang membicarakan mengenai agenda (i) pembiayaan iklim dan Persetujuan Paris, serta (ii) keberlanjutan dukungan terkait respon terhadap pandemi Covid-19 dan pemulihan pasca pandemi.

Sumber : kemenkeu.go.id

WhatsApp chat