Minggu, November 28onlinenews.co.id
Shadow

KKP Latih Nelayan Teknologi Perikanan Tangkap

ONLINENEWS : JAKARTA — Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terus meningkatkan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM), terutama masyarakat pelaku utama kelautan dan perikanan, salah satunya nelayan. Para nelayan mendapat berbagai pelatihan, termasuk teknologi di bidang perikanan tangkap, yang diselenggarakan Badan Riset dan SDM Kelautan dan Perikanan (BRSDM).

Pelatihan tersebut diselenggarakan dalam mendukung terwujudnya program prioritas yang menjadi terobosan KKP, khususnya pada program pertama. Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menetapkan tiga program prioritas tersebut, yaitu peningkatan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dari subsektor perikanan tangkap melalui kebijakan penangkapan terukur, peningkatan produktivitas komoditas budidaya berorientasi ekspor yang didukung hasil riset kelautan dan perikanan, serta pembangunan kampung-kampung budidaya berbasis kearifan lokal.

Plt. Kepala BRSDM Kusdiantoro mengatakan, dalam rangka mendukung program prioritas tersebut, pihaknya menyelenggarakan berbagai kegiatan peningkatan kapasitas SDM, salah satunya melalui pelatihan. Kegiatan pelatihan diselenggarakan oleh Pusat Pelatihan dan Penyuluhan Kelautan dan Perikanan (Puslatluh KP) bagi masyarakat, termasuk nelayan.

Pada 26-27 Oktober lalu, Puslatluh KP menggelar kegiatan Pelatihan Pembesaran Pancing Gurita bagi 100 masyarakat perikanan di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Difasilitasi oleh Balai Pelatihan dan Penyuluhan Perikanan (BPPP) Banyuwangi, kegiatan ini digelar secara offline yang didampingi oleh penyuluh perikanan di lokasi pelatihan, yaitu di Rumah Bina Saron, Sandominggo, Larantuka, Kabupaten Flores Timur.

Dalam kesempatan yang sama, Puslatluh melalui BPPP Bitung juga turut menggelar kegiatan Pelatihan Cara Penanganan Ikan yang Baik dan Pelatihan Perawatan Mesin Bensin (Tempel dan Ketinting) pada Kapal Perikanan bagi 30 masyarakat Kabupaten Bolaang Mongondow Timur dan 30 masyarakat Kabupaten Minahasa Selatan, Provinsi Sulawesi Utara secara blended learning. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan ketahanan mutu pada ikan serta mengoptimalkan perikanan tangkap.

“Kegiatan ini saling berkesinambungan, bagaimana mempertahankan mutu selama dari hulu ke hilir, dari penangkapan hingga ikan tersebut sampai ditangan konsumen dalam kondisi yang baik. Untuk mencapai itu, juga dalam proses penangkapan ikan dan membawa ikan kedaratan, kesiapan mesin perlu diperhatikan,” ujar Kepala Puslatluh KP Lilly Aprilya Pregiwati.

Lilly menyampaikan, Kabupaten Flores Timur memilki potensi perikanan yang baik dan perlu dimanfaatkan dengan baik, utamanya pada komoditas gurita. Untuk itu, masyarakat perlu dibekali kompetensi penangkapan gurita yang baik dengan alat tangkap yang sesuai, agar tidak merusak habitat gurita, salah satunya terumbu karang.

“Gurita yang hidup di terumbu karang, biasanya memakan kepiting atau rajungan. Maka alat pancing yang dibuat, memiliki prinsip dapat merangsang ikan dengan umpan alam atau buatan yang dikaitkan pada mata pancing. Alat ini pun cenderung tidak destruktif dan sangat selektif sehngga ramah lingkungan,” tambahnya.

Turut menginisiasi kegiatan ini, Anggota Komisi IV DPR RI Julie Sutrisno Laiskodat mengharapkan agar ke depan, Kabupaten Flores Timur dapat menjadi pemasok di pasar nasional maupun internasional dengan potensi perikanannya yang melimpah.

“Pelatihan ini sangat penting sekali, karena selama ini para nelayan menangkap ikan masih menggunakan jaring yang tradisional sedangkan laut kita luas. Saya berharap para peserta dapat menerapkan ilmu dengan baik, sehingga Kabupaten Flores Timur bisa menjadi pemasok ke pasar nasional maupun internasional,” tuturnya.

Anggota Komite II DPD RI Stefanus B.A.N. Liow yang hadir secara virtual mengapresiasi kegiatan pelatihan ini. Menurutnya, pelaku utama perlu memahami cara merawat mesin bensin kapal yang digunakan, utamanya di cuaca yang kurang mendukung belakangan ini. Ia berharap, dengan mengimplementasikan kompetensi yang didapat, keselamatan pelaku utama di lapangan dapat lebih terjamin.

Kegiatan ini pun direspon baik oleh Pemerintah Daerah, yang disampaikan Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Flores Timur Erna Da Silva. Ia mengaku, keterampilan nelayan di daerahnya untuk penangkapan gurita masih minim.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada pihak terkait, yang telah menyenggarakan kegiatan ini. Harapannya ke depan peserta dapat mengimplementasikan pelatihan ini dilapangan sehingga dapat menghasilkan tangkapan yang melimpah dan berdampak pada peningkatan pendapatan,” ucapnya.

Sumber : kkp.go.id

WhatsApp chat