Senin, September 27onlinenews.co.id
Shadow

Kasus Covid-19 China Naik Lagi Hampir 2 Kali Lipat Sehari

ONLINENEWS : Jakarta — China melaporkan infeksi Covid-19 harian meningkat hampir dua kali lipat dengan total 92 kasus pada Senin (13/9). Sehari sebelumnya, China melaporkan 49 kasus dalam 24 jam terakhir.
Komisi Kesehatan Nasional China mencatat sebanyak 59 kasus Covid-19 lokal tercatat di Provinsi Fujian, bagian tenggara Tiongkok, pada Senin. Sebanyak 15 pasien Covid-19 itu di antaranya merupakan anak-anak.

Sehari sebelumnya, penularan harian virus corona di wilayah Fujian mencapai 22 kasus.

Dalam waktu empat hari, pihak berwenang China melaporkan 102 kasus Covid-19 di Fujian, provinsi yang berbatasan dengan Zhejiang di utara dan Guangdong di selatan.

Lonjakan kasus Covid-19 berlangsung menjelang liburan Hari Nasional selama sepekan mulai 1 Oktober mendatang. Padahal, China baru mengklaim berhasil mengendalikan penyebaran virus corona varian Delta pada Agustus lalu.

Kemunculan klaster Covid-19 baru di Fujian bermula dari Putian, sebuah kota berpenduduk 3,2 juta jiwa. Kota Putian melaporkan kasus pertama Covid-19 pada 10 September lalu.

Beberapa kasus Covid-19 di Putian menunjukkan bahwa pasien tertular varian Delta.

Varian Delta juga telah menyebar ke kota Xiamen, yang melaporkan 32 kasus penularan pada Senin kemarin. Padahal, sehari sebelumnya, Kota Xianmen mendeteksi satu kasus Covid-19.

Seperti Putian, Xianmen juga telah menutup wilayah (lockdown) sebagoan wilayah dengan klaster Covid-19 tinggi, menutup sekolah tatap muka, menutup tempat umum, pusat kebugaran, hingga bar.

Putian dan Xianmen juga telah melarang penduduk pergi keluar kota tanpa alasan penting.

Dikutip Reuters, sampai saat ini, kedua kota itu masih belum memutuskan akan melakukan lockdown total atau tidak.

Tiga kasus Covid-19 baru juga dilaporkan di kota Quanzhou pada Senin.

Satu distrik di Quanzho juga sudah menghentikan layanan bus kota, menutup beberapa tempat umum, menangguhkan makan di restoran, dan mengharuskan penduduk untuk menghindari perjalanan yang tidak perlu ke luar distrik.

Kebijakan ini diambil lantaran penduduk di bagian kota itu sering bepergian ke Putian.

Pria yang telah merampungkan 21 hari karantina wajib setelah bepergian dari luar negeri disebut menjadi sumber wabah baru Covid-19 di negara itu.
Dikutip CNN, pria tersebut tiba di Xianmen pada 4 Agustus lalu. Selama 14 hari, pria itu menjalani karantina wajib di hotel.

Pria itu pun menjalani karantina tambahan di pusat isolasi pemerintah selama 7 hari sebelum kembali ke rumah.

Pria itu dites Covid-19 dengan hasil negatif sebanyak sembilan kali saat menjalani 21 hari karantina. Namun, ia lantas dites positif Covid-19 saat melakukan tes ulang pada Jumat pekan lalu, 37 hari setelah tiba di China.

Sebelumnya, China digadang-ganag menjadi negara pertama yang berhasil meredam Covid-19 varian Delta, setelah mencatat nol kasus virus corona sejak Juli.

Salah satu jurus China yakni menerapkan karantina ketat bagi pendatang dari luar negeri, menerapkan lockdown ketat sesegera mungkin, menggelar pengujian massal, mengintensifkan pelacakan kontak, serta membatasi perjalanan domestik dalam meredam penyebaran Covid-19 varian Delta.

Namun, akibat wabah baru Covid-10 ini, banyak pihak mempertanyakan apakah strategi nol kasus Covid-19 China itu masih efektif meredam varian Delta yang lebih ganas.

Pakar Kesehatan Global di Dewan Hubungan Luar Negeri China, Yanzhong Huang, menilai strategi nol kasus China tidak efektif dalam menghadapi varian Delta.

“Akan menjadi semakin sulit untuk mempertahankan pendekatan itu, dalam hal waktu, energi organisasi, dan kesulitan keuangan dan ekonomi yang diperlukan untuk mengatur ulang kasus ke nol,” kata Huang kepada CNN.

“Tidak peduli seberapa ketat pembatasan perjalanan, Anda akan terus memiliki kasus yang diimpor dan memicu wabah di negara ini,” ucapnya menambahkan.

Sumber : cnnindonesia.com

WhatsApp chat