Sabtu, Oktober 16onlinenews.co.id
Shadow

Kabar Duka dari WHO: Corona Menang, Dunia di Titik Bahaya

ONLINENEWS : Jakarta – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut bahwa hingga saat ini virus corona masih lebih unggul dari program vaksinasi dunia. Pasalnya distribusi vaksin serta obat-obatan Covid di seluruh dunia masih belum merata dan menjangkau seluruh masyarakat.

Hal ini diungkapkan Sekretaris Jenderal (Sekjen) WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus dalam konferensi pers, Rabu (7/7/2021). Ia menyerukan kembali  negara-negara di dunia, terutama negara ekonomi utama G20, untuk lebih aktif lagi dalam membantu menjangkau negara-negara tak berakses menjangkau vaksin.

Lebih lanjut, ia juga menyebut kondisi ini diperparah dengan penyebaran varian Delta yang lebih masif dan berbahaya. Bahkan dikatakannya varian yang pertama terdeteksi di India itu menang perang.

“Varian saat ini memenangkan perlombaan melawan vaksin karena produksi dan distribusi vaksin yang tidak merata,” tegas pria asal Ethiopia itu, dikutip Jumat (9/7/2021).

“Saya menyerukan kepada para Menteri Keuangan G20 dan para pemimpin lainnya untuk mendukung target ini secara kolektif karena ini adalah cara tercepat untuk mengakhiri tahap akut pandemi, menyelamatkan nyawa dan mata pencaharian, dan mendorong pemulihan ekonomi global yang sesungguhnya.”

Sebelumnya WHO merekomendasikan tiga obat untuk penyembuhan Covid-19. Ketiganya adalah Actemra, Kevzara, dan penghambat reseptor IL-6.

Namun pertanyaan mengenai pengadaan dan jangkauan obat ini mulai muncul. Apalagi harga dari obat-obatan ini termasuk mahal.

Menurut harga eceran tertinggi (HE) oleh Kemenkes RI, Actemra dijual dengan nama Tocilizumab. Tocilizumab 400 mg/20 ml infus dijual seharga Rp 5.710.600, dan Tocilizumab 80 mg/4 ml infus dipatok Rp 1.162.200.

Untuk Kevzara, belum ada info resmi mengenai apabila obat ini telah masuk ke Indonesia. Namun di Amerika Serikat (AS), mengutip Drugs.com, obat ini sendiri dipatok dengan harga US$ 3.827 atau setara Rp 55 juta untuk dosis150 mg/1.14 mL.

Sementara itu untuk penghambat reseptor IL-6, mengutip situs Google Shopping, sempat dijual dengan harga US$ 565 atau Rp 8,2 juta untuk ukuran100 µg.

Dari data Worldometers sudah ada 186 juta warga dunia terinfeksi corona dengan 4 juta kematian. Namun 170 juta orang sembuh.

Sumber

WhatsApp chat