Rabu, Oktober 27onlinenews.co.id
Shadow

Gaduh Sumbangan Rp2 T, Akhirnya Terungkap Jumlah Saldo di Rekening Anak Akidi Tio

ONLINENEWS : Teka-teki amal dengan nominal Rp2 triliun dari mendiang Akidi Tio yang disampaikan anak keturunannya, kian bergulir. Putri bungsu almarhum, Heryanty statusnya kembali diperiksa polisi, termasuk juga dokter keluarga, Hardi Darmawan.

Bahkan ada tim khusus dari kepolisian, bersama Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) yang menelusuri, lantaran ada indikasi kriteria mencurigakan dan dugaan penipuan.

Selain itu terungkap fakta baru bahwa saldo tabungan Heryanty, ternyata tidak mencapai jumlah Rp2 triliun.

Simak ulasan informasinya berikut ini, yang telah dihimpun oleh merdeka.com, Rabu (4/8).

PPATK Sampai Harus Turun Tangan

Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Dian Ediana Rae mengatakan pihaknya saat ini masih menelusuri sumbangan Rp2 triliun yang diberikan dari keluarga mendiang Akidi Tio untuk menangani Covid-19.

PPATK sampai harus terlibat lantaran nominal yang terlalu besar. Apalagi seiring waktu kian tercium kecurigaan.

“Ini sebetulnya kenapa PPATK harus turun tangan yang pertama bahwa transaksi dalam jumlah besar seperti ini setelah kita hubungan dengan profiling si pemberi atau sebagai profiling, ini adalah inkosistensi, ini adalah tentu saja ada masuk kriteria mencurigakan seperti ini,” kata Dian Ediana seperti dikutip dari kanal YouTube PPATK, Selasa (3/8).

Tak Ada Latar Belakang Penghasilan Besar

Dian menambahkan, uang sebesar itu melibatkan sejumlah pejabat negara. Apalagi pemberi amal tak memiliki latar belakang pengusaha yang mendapatkan banyak penghasilan.

Selain itu, ia menjelaskan bahwa pihaknya turun tangan dalam hal ini karena penerima bantuan ialah bagian dari kategori PEP (Politically exposed person).

“Menerima masuk dalam kategori PEP atau kategori PPATK itu adalah kategori dari pusat ke daerah berbagai level, yang memang merupakan suatu person yang kita anggap sensitif yang kita klarifikasi terkait transaksi-transaksi seperti ini,” terangnya.

PEP merupakan orang yang memiliki atau pernah memiliki kewenangan publik.

Mencegah Sistem Keuangan untuk Main-Main

Kepala PPATK menilai pemberian janji kepada pejabat negara merupakan hal yang serius. Seharusnya pemberian tersebut dipastikan terlebih dahulu benar terjadi dan tidak mencurigakan. Karena itu pihaknya saat ini terus meneliti.

“Nanti kita meneliti, seadainnya ini jadi terealisasi Rp2 T itu tugas berat PPATK dari mana uang Rp2 T itu, jadi kalau misalnya jelas profile mungkin sudah bisa clear, tapi begitu nanti tidak bisa diklarifikasi mungkin nanti persoalan PPATK yang sangat serius,” paparnya.

Kemudian bila uang amal itu tak terealisasi maka akan terjadi pencederaan. Dikhawatirkan akan menganggu integritas pejabat terkait dengan dugaan sistem kuangan.

“Dalam konteks bahwa sistem keuangan tidak boleh dipakai untuk main-main untuk kejahatan, itulah sebabnya kami melakukan penelitian dari awal sampai sekarang, dan sampai nantinya sampai hasil analisis PPATK yang ujungnya akan kita serahkan pihak kepada Kapolri,” pungkasnya.

Saldo Tabungan Tak Sampai Rp2 Triliun

Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Supriadi mengungkapkan, saldo tabungan putri bungsu mendiang Akidi Tio berdasarkan hasil penelusuran penyidik ke Bank Mandiri Palembang.

Bank BUMN itu terseret kasus ini lantaran bilyet giro Heryanty tercatat menggunakan bank tersebut.

“Hasil koordinasi pengecekan ke Bank Mandiri sesuai dengan bilyet giro kemarin, klarifikasi bank bahwa saldo di rekening tersebut tidak cukup (Rp 2 triliun),” kata Supriadi, Selasa (3/8).

Namun, Kombes Supriadi enggan menuturkan nominal pasti saldo tabungan Heryanty. Menurutnya, hal itu adalah wewenang bank dan privasi nasabah.

“Rahasia bank. Dari bank menyatakan saldo tidak cukup, bisa dipastikan saldo yang ada tidak cukup, itu saja,” sambungnya.

Mengenai adanya nama anggota Polda Sumsel yang tertulis dalam bilyet giro, Supriadi membenarkannya. Penerima uang ialah Kepala Bidang Keuangan Polda Sumsel yang rekeningnya dibuka oleh Heryanty dengan tujuan memudahkan transfer.

“Penerimanya dibukakan rekening Bank Mandiri atas nama Kabid Keuangan sesuai yang ada di bilyet gironya,” tandasnya.

Sumber

WhatsApp chat