Sabtu, November 27onlinenews.co.id
Shadow

BARMAS Sulut Lakukan Investigasi Kasus Pembongkaran, Pengrusakan Makam dan Pencurian Tulang Belulang

ONLINENEWS : Ormas Barisan Masyarakat Adat Sulawesi Utara (BARMAS Sulut ) Lakukan investigasi Kasus Pembongkaran, Pengrusakan Makam dan Pencurian Tulang Belulang Dotu Hasanurdin Djam Djam Noerakib yang merupakan pejuang asal Tidore yang diasingkan oleh pemerintahan kolonial Belanda pada Tahun 1938 ( Masehi), yang saat ini lagi viral di beberapa media Sosial dan media cetak dan Televisi. Asnat Baginda sebagai ahli dan penerima kuasa dari ahli waris lainnya menyatakan kekecewaannya Persoalan siapa yang bertanggung Jawab Atas Kejadiaan tersebut di atas.

” Intinya keluarga sangat mengharapkan kepada pihak-pihak Yang terkait untuk bertanggung jawab atas kejadian Pembongkaran, Pengrusakan Makam dan Pencurian Tulang Belulang Dotu Hasanurdin Djam Djam Noerakib yang merupakan pejuang asal Tidore yang diasingkan oleh pemerintahan kolonial Belanda pada Tahun 1938 ( Masehi)” ungkap Asnat Baginda alias Babe disapa akrab saat di mintai keterangan siang tadi, Sabtu ( 13/11/2021).

Baginda Menambahkan, ” Pihak keluarga sudah melakukan upaya hukum yang saat ini bergulir di POLDA Sulut namun belum ada kepastian dan juga sudah melakukan upaya untuk mencari solusi dengan pihak yang terkait dalam proyek ini adalah Dinas Perkimtan Sulut, BPJN Wilayah Sulut, dan PPK serta pihak kontraktor namun tidak di Indahkan malahan pihak BPJN Sulut memaksakan dan menyerobot untuk tetap melaksanakan kegiatan pekerjaan. dan ada upaya – upaya yang akan berindikasi konflik fisik dan konflik SARA. BJPN Sulut menggunakan Preman juga menggunakan Satpol PP dan oknum pejabat di POLDA Sulut menjadikan Power dalam kegiatan pekerjaan tersebut.” Ungkapnya.

Sementara diketahui Ahli waris pemilik lahan lokasi di Batu Saiki kelurahan molas lingkungan IV kecamatan Bunaken darat kota Manado saat ini menguasai dan menduduki lahan dari Dotu yang di dalamnya ada lahan pekuburan sebanyak 15 Makam dan sampai saat ini keluarga tidak mengetahui dimana keberadaan tulang belulang tersebut.

Menurut Keluarga menganggap bahwa pembongkaran makam secara biadab dari 15 Makam di gali hanya seluas 3x 3 meter. Untuk itu keluarga sangat mengharapkan penyelesaian baik secara musyawarah mufakat maupun secara hukum agar supaya Program pemerintah untuk jalan boulevard dua ini berjalan dengan baik.

Ketua DPD Barmas Sulawesi Utara Defly Lengkey melalui Kabid Budaya dan Adat Tona’as menjelaskan Bagi Oknum yang berkonspirasi membongkar, merusak Makam Tua dan pencurian Tulang Belulang Dotu Hasanurdin Djam Djam Noerakib menurut nya

” Kami akan mengawal persoalan Pembongkaran dan pencurian Tulang belulang ini sampai tuntas krna kami sebagai anak bangsa sangat menunjang program pemerintah dalam hal proyek pembangunan jembatan dan jalan boulevard dua juga kami minta kepada penegak hukum agar mengambil tindakan tegas pada mafia tanah dan mafia proyek” ungkap Tona’as Muda Tevri Romeo kepada awak media.
Tonaas Tevri Romeo Menambahkan ” bahwa Kasus pembongkaran dan pencurian ini melanggar Undang – undang RI Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya, karena sesungguhnya ada aturan dna sangsinya bagi oknum tersebut.” Tutup Tonaas Tevri Aktivis dan Pelaku adat budaya. ( Tim )

WhatsApp chat