Selasa, Oktober 26onlinenews.co.id
Shadow

Bantu IKM Manado, Kepala Disperindag Warokka Lengkapi standar ekspor HACCP.


ONLINE NEWS.CO.ID MANADO |Terus menerus upaya Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Manado, membantu para pelaku usaha Industri Kecil Menengah (IKM) dalam rangka pemenuhan standar eksporHazard Analysis Critical Control Point(HACCP).

Seperti yang disampaikan oleh Kepala Disperindag Kota Manado, Hendrik Warokka SPd DEA, Senin (9/8/2021) di ruang kerjanya.

Kata dia, saat ini pihaknya tengah melakukan pendampingan kepada para pelaku usaha di kota berjulukan tinutuan dalam rangka pemenuhan standar ekspor tersebut.

“Torang sementara berusaha mendampingi mereka dalam rangka persiapan dokumen ekspor. Torangperjuangkan agar produk mereka tembus sampai ke pasar ekspor,” ungkap pria yang dikenal akrab dengan insan pers.

Menurut pria yang fasih berbahasa Inggris, para pelaku usaha ini memiliki kemauan besar untuk memenuhi standar kualitas ekspor.

Sementara rata-rata usaha mereka masih bersifat home industri dan dilakukan dalam rumah dimana mereka tinggal.

“Tempat produksi mereka masih menyatu dengan rumah tinggal. Sementara dalam aturannya harus terpisah dari rumah. Harus ada tempat sendiri,” jelasnya.

Untuk itu Disperindag menyediakan satu tempat di Kawasan Bahu Mall Manado sebagai tempat produksi dan sangat didukung oleh para pelaku usaha IKM.

Sehingga ketika para ahli seperti MUI dan HACCP akan datang memberikan penilaian, sudah ada tempat usaha menggunakan sistem produksi tata kelola yang memenuhi standar.

“Semoga pekan depan mereka sudah melakukan aktivitas usaha,” harapnya.

Tambahnya, ditengah pandemi Covid-19 terjadi penurunan pendapatan, untuk itu diciptakan program-program yang berpihak pada IKM untuk bangkit dari keterpurukan ekonomi.

“Terbuka bagi semua pelaku IKM yang lolos kualitas mutu bisa menempati tempat tersebut. Sekurang-kurangnya lima orang. Mereka bisa memanfaatkan tempat ini untuk tes lolos uji mutu untuk ekspor,” ungkapnya.

Diketahui, HACCP (Hazard Analysis Critical Control Point) adalah suatu sistem jaminan mutu yang mendasarkan kepada kesadaran atau penghayatan bahwa hazard (bahaya) dapat timbul pada berbagai titik atau tahap produksi tertentu tetapi dapat dilakukan pengendalian untuk mengontrol bahaya-bahaya tersebut.

Selain itu tujuannya agar produk yang dihasilkan oleh Perseroan aman untuk dikonsumsi dan terhindar dari bahaya kontaminasi baik secara phisik, kimia dan biologi.

Nada memuji Santje Pontoh, satu diantara pelaku UMKM mengaku sangat berharap produk-produknya dapat diekspor keluar negeri.

Bahkan dirinya sangat intens memperkenalkan produk-produk kuliner baik melalui media sosial, media masa, maupun media online.

“Harapannya saya produk andalan berupa krupuk varian pisang goroho dan lainnya berkwalitas bisa di ekspor keluar negeri”, tandasnya.
(TEVRI )

WhatsApp chat