Minggu, Oktober 17onlinenews.co.id
Shadow

AS hingga Italia, 5 Negara Bebas Masker di Tengah Gelombang COVID-19

ONLINENEWS : Di tengah merebaknya gelombang varian baru pandemi COVID-19 yang lebih menular, sejumlah negara mulai memulihkan status lockdown dan kembali hidup normal. Bahkan, sebagian telah membebaskan pemakaian masker wajah bagi penduduknya.

Salah satunya adalah Amerika Serikat (AS). Presiden AS Joe Biden, memberikan kebebasan beraktivitas tanpa masker bagi masyarakat yang telah menerima vaksinasi penuh.

Umumnya, mereka yang berani untuk mencabut aturan wajib masker adalah negara yang dianggap berhasil menangani COVID-19.

Kebijakan itu tentu menjadi hadiah menawan bagi penduduk negara tersebut.

Berikut daftar negara yang tak lagi wajibkan penduduknya memakai masker.

1. Inggris

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson, telah menetapkan rencana mengakhiri pembatasan sosial dan ekonomi terkait COVID-19 di Inggris pada 19 Juli 2021. Langkah ini dilakukan untuk berdamai dengan COVID-19, sekaligus membuktikan apakah percepatan vaksinasi corona memberikan perlindungan yang cukup dari varian Delta.

“Kita harus jujur pada diri sendiri. Jika kita tidak dapat membuka kembali kehidupan sosial kita dalam beberapa minggu ke depan, di mana kita akan terbantu dengan datangnya musim panas dan liburan sekolah, maka kapan [lagi] kita bisa kembali normal?” tutur Johnson, seperti dikutip dari Reuters.

Johnson mengkonfirmasi bahwa pemerintah Inggris akan menetapkan keputusan akhir terkait kebijakan ini pekan depan. Apabila diterapkan, pembatasan kontak sosial hingga perintah Work from Home (WFH) akan dihilangkan.

Klub malam juga akan diizinkan dibuka kembali dan tidak akan ada batasan kapasitas bagi perhotelan. Pedoman untuk menjaga jarak sosial pun akan dihapus, sementara warga tak akan lagi diwajibkan memakai masker.

2. Italia

Italia mencabut kebijakan wajib masker di ruang terbuka pada 28 Juni lalu. Dikutip dari AFP, kebijakan itu akan berlaku pada wilayah-wilayah zona putih, yaitu wilayah yang mencatatkan kasus COVID-19 dan jumlah pasien di ICU rumah sakit yang rendah. Hampir seluruh daerah Italia kini masuk ke zona putih, kecuali satu area, yaitu Aosta Valley di barat laut Italia.

Pemerintah masih mengharuskan penggunaan masker di ruang tertutup, seperti transportasi publik dan di dalam ruangan. Hal ini dikarenakan adanya ancaman penyebaran virus corona varian Delta (varian India).

3. Denmark

Denmark sudah perlahan-lahan melonggarkan kebijakan pembatasan kegiatan di publik, setelah berhasil mengendalikan laju penularan COVID-19 di negaranya.

Dikutip dari Reuters, Denmark telah berhasil menghindari gelombang ketiga pandemi corona. Kunci dari keberhasilan mereka adalah dengan memberlakukan lockdown ketat di berbagai wilayah sejak Desember lalu.

Pemerintah Denmark juga memberikan hadiah kepada penduduknya dengan mencabut aturan pemakaian masker sejak Senin (14/6) lalu. Namun, penduduk Denmark tetap diminta memakai masker wajah saat berada di moda transportasi publik.

4. Korea Selatan

Perdana Menteri Korea Selatan, Kim Boo-kyum, pada Mei lalu mengumumkan pelonggaran protokol bagi mereka yang telah divaksinasi COVID-19.

PM Kim Boo-kyum mengumumkan bahwa mulai Juli 2021, warga Korsel yang sudah disuntik vaksin corona setidaknya satu dosis boleh tak memakai masker ketika berada di luar ruangan.

Keputusan ini diambil dalam rangka mendorong angka vaksinasi warga lansia, sejalan dengan target Korea Selatan untuk mengimunisasi setidaknya 70 persen dari total 52 juta penduduk pada September mendatang.

5. China

China sebagai negara pertama yang melaporkan adanya kasus COVID-19 menyatakan telah membebaskan aturan pemakaian masker. Kebijakan tersebut diambil lantaran China telah melakukan vaksinasi kepada hampir seluruh penduduknya.

Meski penggunaan masker diperlukan di semua tempat umum, namun pemerintah berwenang mengatakan orang tidak perlu menggunakan masker saat berada diluar ruangan, di pertemuan publik atau ketika berada di tempat-tempat dengan sirkulasi udara yang baik.

Sumber

WhatsApp chat