Selasa, Oktober 26onlinenews.co.id
Shadow

Airlangga Hartarto Ungkap Perlunya Kontribusi Riset Sosial di Masa Pandemi

ONLINENEWS : JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto,  mengatakan dalam mengatasi pandemi Covid-19, peran riset sosial sangat diperlukan. Hal itu disampaikan Airlangga saat menjadi keynote speaker dalam Konferensi Nasional Konsorsium Publikasi Bidang Ilmu Sosial beberapa waktu lalu di Jakarta.

“Di dalam masa pandemi ini riset sosial ekonomi diperlukan guna membantu pemerintah memahami  perilaku dan seluruh aktor dalam perekonomian yang terdisrupsi akibat adanya pandemic Covid 19,” kata Airlangga melaui keterangan tertulis yang diterima KOMPAS TV, Jumat (30/7/2021).

Kata dia, dengan berbagai riset dan inovasi, pemerintah terus merumuskan kebijakan yang berbasis pada riset base policy yang penerapannya tentu akan lebih baik.

Ilmu sosial, lanjut Airlangga, mempunyai peran yang penting dalam menunjukkan dokumen dan memberikan rekomendasi tentang bagaimana masyarakat merespons dan mengatasi pandemi. 

Selama ini, tambahnya, banyak pihak melihat dalam merespons pandemi ditekankan pada pendekatan medis yang melihat pembatasan gerak masyarakat sebagai salah satu alat utama. Sementara sisi lain, pelaku ekonomi melihat pendekatan ekonomi yang tentunya mempunyai fokus untuk menghindari agar masyarakat kehilangan penghasilan. 

“Sehingga tentu balance antara penanganan Covid-19 untuk kesehatan dan juga kesempatan masyarakat untuk mendapatkan penghasilan. Nah ini hal – hal sifatnya tidak ada yang pasti, namun tentu ini perlu dilihat sebagai  kebijakan yang perlu diambil secara seimbang,” ungkapnya. 

Kendati begitu, di lapangan seringkali bertentangan dengan standar dan modeling ilmu pasti yang rasional. Dia mencontohkan perilaku panic buying; terutama memborong tisu, yang terjadi saat lockdown awal di berbagai negara di luar negeri. 

“Di sinilah ilmu sosial penting untuk memberi alasan yang tepat dan agar mencegah masyarakat tidak panik untuk menghadapi situasi krisis yang tidak pernah terjadi ini,” pungkasnya.

Untuk diketahui, konsorsium tersebut diinisiasi oleh Universitas Nasional sebagai Host dan Co-Host, UKI, Universitas Bakrie, Universitas Binus, Universitas Pelita Harapan, Universitas Muhammadiyah Jakarta dan Universitas Moestopo.

Sumber

WhatsApp chat