Minggu, Oktober 17onlinenews.co.id
Shadow

3 Analisis Kemenkes soal Penyebab Kasus Corona Meningkat Drastis

ONLINENEWS : Jakarta – Kasus virus Corona (COVID-19) meningkat drastis beberapa hari belakangan ini. Data terakhir pada 23 Juni tercatat tambahan kasus positif sebanyak 15.308.

Angka tambahan ini menjadi yang tertinggi selama pandemi terjadi. Total kasus COVID-19 di RI yang ditemukan sejak Maret 2020 sampai hari ini sebanyak 2.033.421 kasus. Dari jumlah tersebut, sebanyak 160.524 merupakan kasus aktif.

Lantas apa yang membuat kasus corona melonjak drastis akhir-akhir ini? Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menjelaskan analisisnya. Di antaranya:

1. Silaturahmi saat Lebaran Idul Fitri

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengungkapkan lonjakan kasus Corona saat ini lantaran masyarakat melakukan silaturahmi setelah pengetatan Lebaran Idul Fitri. Kemenkes menyebut lonjakan kasus COVID-19 saat ini melewati kenaikan kasus usai Natal 2020 dan tahun baru 2021.

“Peningkatan kasus kalau dilihat di setiap event libur. Kita tahu terakhir sebelum Idul Fitri, Natal-tahun baru, Nataru itu kasusnya meningkat, nah itu puncaknya di bulan Februari, Maret-April sudah mulai turun, Mei,” kata Plt Dirjen P2P Kemenkes, Maxi Rein Rondonuwo, dalam dialog di kanal YouTube Kemkominfo TV, Rabu (23/6/2021).

“Tetapi sesudah kita liburan Idul Fitri, pengetatan bagus, tetapi sesudah pascaliburan rupanya banyak memanfaatkan sesudah Idul Fitri melakukan silaturahmi, ketemu-ketemu dan kasus ini mulai naik, bahkan kasus ini sudah melewati saat libur Nataru kasus ini,” lanjutnya.

2. Penularan yang Signifikan di Beberapa Daerah

Faktor lain yang mempengaruhi lonjakan kasus Corona ini, kata Maxi, adalah terjadi penularan yang sangat signifikan di beberapa daerah. Selain itu, masuknya varian corona dari India ke Indonesia yang menular lebih cepat.

“Hal ini dipengaruhi, pertama, lonjakan-lonjakan kasus ini secara eksponensial di daerah-daerah tertentu ini terjadi akibat dari pada varian baru, varian yang kita kenal varian Delta, varian India. Berikut lagi mau varian apa pun tentu ada kelalaian dari pada protokol kesehatan, kenapa virus itu bisa masuk,” kata dia.

3. Prokes yang Mulai Diabaikan

Maxi juga menyoroti protokol kesehatan yang mulai abai di tengah-tengah masyarakat yang berimbas pada lonjakan kasus Corona. Saat protokol kesehatan itu kendur, Maxi menilai di situlah varian baru lebih cepat menular.

“Sebenarnya virus apapun kalau protokol kita jalan bagus orang masih setia menggunakan protokol kesehatan, memakai masker, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, menjauhi mobilitas, saya kira seharusnya bisa teratasi, tetapi terutama protokol mulai kendur, adanya varian baru di situlah kasusnya yang meningkatnya secara tajam,” katanya.

Lebih lanjut, Maxi menyadari pandemi Corona yang telah berlangsung selama satu tahun lebih turut mempengaruhi ketaatan warga dalam pelaksanaan protokol kesehatan. Dia kembali mengingatkan agar semua pihak taat melaksanakan protokol kesehatan.

“Saya juga mengamati karena orang menjalani pandemi ini hampir satu tahun setengah, mungkin juga terbiasa dengar orang sakit, dengar orang Covid dan mereka mulai lupa, mulai kendor. Jadi yang perlu saya kita diingatkan terus kepada masyarakat jangan kendur,” kata dia.

“Kalau sudah sakit ya sakit sudah pasti banyak yang sakit kerugian luar biasa, kerugian bisa fatal, orang itu mau kita juga. Semua akan bermuara kepada pelayanan kesehatan, pelayanan kesehatan kan ada batasnya. Baik fasilitasnya, orangnya, tenaga kesehatan itu sendiri. Kita hanya berdoa saja semoga di samping upaya pemerintah menerapkan PPKM Mikro supaya tidak terjadi lonjakan seperti di India,” sambungnya.

Sumber

WhatsApp chat