8 Berita HOAX yang Beredar di Masyarakat Saat Ini

               Foto: ©web.kominfo.go.id

 

ONLINE NEWS: Media sosial bisa menjadi dampak yang positif bagi masyarkat apabila digunakan secara bijak. Namun saat ini, media sosial seringkali digunakan sebagai media penyebaran berita palsu atau yang lebih dikenal dengan hoax. Berikut Online News telah merangkum berita-berita hoax yang beredar di masyarakat saat ini.

 

1. Pasien Positif Suspek Virus Corona di Singkawang

Telah beredar informasi di Whatsapp yang menyebutkan bahwa terdapat satu orang pasien positif suspek corona dari Puskesmas Singkawang Selatan yang dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Abdul Aziz, Kota Singkawang.

Faktanya, informasi tersebut adalah tidak benar. Hal tersebut dibantah oleh Direktur RSUD dr Abdul Aziz Kota Singkawang, Ruchanihadi. Beliau mengatakan bahwa sampai saat ini (1/2/2020) belum ada menerima dan merawat pasien corona virus di RSUD dr Abdul Aziz.

 

2. Undangan Seminar Dana Kelompok Pembudidaya Ikan Mengatasnamakan DJPB

Beredar surat di media sosial yang berisi undangan seminar dana kelompok pembudidaya ikan. Kegiatan seminar yang dijadwalkan berlangsung pada Hari Jumat, 31 Januari 2020 itu mengatasnamakan Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya (DJPB).

Terkait informasi tersebut, Balai Besar Perikanan Budidaya Ikan Air Tawar (BBPBAT) Sukabumi melalui akun Facebooknya mengklarifikasi bahwa surat undangan tersebut adalah hoaks. Pihaknya Menegaskan, DJPB tidak mengeluarkan undangan seminar dana kelompok pembudidaya ikan.

 

3. Pasien Virus Corona di RSUD dr Iskak Tulungagung

Beredar sebuah informasi di media sosial yang menyebutkan bahwa adanya pasien di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Iskak Tulungagung yang terinfeksi virus corona.

Faktanya, setelah ditelusuri dilansir dari kompas.com, Kabid Pengendalian dan Pelayanan RSUD dr Iskak Tulungagung, Sujianto mengatakan bahwa informasi mengenai adanya pasien di RSUD dr Iskak yang terinfeksi virus corona adalah tidak benar atau hoaks. Sampai saat ini belum pernah merawat pasien yang diduga terjangkit virus corona. Kendati demikian, pihaknya mengaku akan siap dan selalu siaga ketika nantinya menerima pasien yang terjangkit virus corona. Sujianto juga menghimbau kepada warga Tulungagung khususnya, yang baru pulang dari luar negeri untuk mengecek kesehatan.

 

4.Penduduk Wuhan Berteriak-teriak Gak Karuan

Salah satu akun di media sosial telah mengunggah sebuah video yang berisi orang-orang yang sedang berteriak. Dalam narasinya mengklaim bahwa video itu adalah keadaan kota Wuhan China saat ini yang semakin mencekam, mereka berteriak tidak karuan karena depresi.

Setelah ditelusuri lebih lanjut, mereka bukan teriak gak karuan karena depresi. Yang mereka teriakan adalah “Wuhan Jiayou!”, teriakan untuk menyemangati satu sama lain.  Menurut Psikolog dari RaQQi – Human Development & Learning Centre, Ratih Zulhaqqi, MPsi, menyebutkan bahwa gerakan saling meneriakkan kata-kata penyemangat itu sebagai bentuk social support. Dalam situasi negatif akibat isolasi dan kepungan wabah virus corona, warga berusaha saling menguatkan dan meningkatkan motivasi untuk terus berpikir positif.

 

5.Video Gempa dan Tsunami di Kuba Perbatasan Jamaica

https://web.kominfo.go.id/sites/default/files/kominfo-cekhoaks-stophoaks-video-gempa-jamaica-kuba.jpg

Beredar di media sosial postingan video dan narasi terkait gempa dan tsunami di Kuba yang berbatasan dengan Jamaica.

Faktanya, narasi dan video yang diunggah merupakan kejadian yang berbeda. Memang benar terjadi gempa di laut selatan Kuba berkekuatan 7,7 skala richter pada Rabu, 29 Januari 2020 WIB. Gempa tersebut memicu peringatan tsunami di Kuba, Jamaika dan Kepulauan Cayman. Sedangkan video dalam postingan tersebut merupakan kejadian gempa dan tsunami yang terjadi di Jepang pada tahun 2011.

 

6. Pasien Positif Terkena Virus Corona di Semarang dan 1 Orang Meninggal

Beredar sebuah postingan di Twitter terkait kutipan berita Kompas TV di Semarang 5 pasien dinyatakan positif terkena virus corona dan dikabarkan 1 dari 5 pasien tersebut telah meninggal dunia.

Faktanya, dalam kanal YouTube resmi mereka, Kompas TV menuliskan judul unggahan video “RS Kariadi, Semarang Gelar Simulasi Penanganan Pasien Virus Corona”. Kejadian sebenarnya adalah simulasi yang dilakukan RS Kariadi Semarang.

7.Tidur di Lantai Bisa Sebabkan Paru-Paru Basah

https://web.kominfo.go.id/sites/default/files/kominfo-cekhoaks-stophoaks-tidur-di-lantai-paru-basah.jpg

Telah beredar postingan di media sosial Twitter yang dalam narasinya menyatakan bahwa tidur di lantai bisa menyebabkan paru-paru basah.

Faktanya, Dokter Spesialis Paru RS Awal Bros Bekasi Timur dr. Annisa Sutera Insani, SpP menyatakan bahwa anggapan tersebut tidak berdasarkan penelitian medis, karena tidak ada teori dan jurnal ilmiah dan medianya. dr. Annisa menjelaskan sakit paru-paru itu tergantung dari udara yang dihirup sehari-hari, jika seseorang hidup di udara yang penuh polusi ditambah dengan merokok aktif, maka resiko mengidap paru-paru basah akan semakin tinggi. Menurut dr. Dien Kalbu Ady dari RS PKU Muhammadiyah Surakarta paru-paru basah juga bisa terjadi karena efek dari penyakit ginjal, gangguan pada fungsi jantung dan proses infeksi di paru-paru, misalnya tuberkulosis (TB) paru.

8.Video Pungli Oknum Polantas Simalungun

Beredar postingan di media sosial Facebook, yang menampilkan video pendek pungli uang Rp. 50.000 oleh Brigadir John F Silitonga.

Faktanya, dilansir dari kompas.com, Kasat Lantas Polres Simalungun, Iptu Jodi Indrawan menyatakan bahwa anggotanya melakukan pungli adalah tidak benar. Iptu Jodi menjelaskan anggotanya yang bernama Brigadir John F Silitonga benar menerima uang Rp. 50.000 dengan alasan kemanusiaan. Adapun alasan kemanusiaan yang dimaksud adalah membantu membayarkan denda tilang melalui ATM Bank BRI.

 

 

Sumber: www.kominfo.go.id

 

Leave a Comment